Senin, 16 Juni 2008

Kode Rahasia Ponsel GSM

Mumpung saya dapet info orang, saya kasih kabar bagi yang suka otak-atik hp. Coba dulu yachhh.
Berikut kode-kode yang ada pada ponsel-ponsel GSM Nokia, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, BenQ-Siemens, LG, Philips, Panasonic dan Alcatel.
Catatan: Ada beberapa kode yang hanya dapat digunakan pada ponsel-ponsel tipe tertentu saja.

Nokia
1.*#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2.*#0000# Menampilkan versi firmware.
3.*#9999# Merupakan alternatif jika kode *#0000# tidak berfungsi.
4. *#8110# Menampilkan versi firmware (Nokia 8110).
5. *#21# Melihat pengalihan untuk semua panggilan ‘All calls’.
6. **21*nomor tujuan# Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk semua panggilan.
7.**61*nomor tujuan# Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan yang tidak terjawab.
8. **67*nomor tujuan# Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan ketika sedang sibuk.
9. *#61# Melihat nomor pengalihan karena tidak dijawab ‘Call divert’.
10. *#62# Melihat nomor pengalihan karena diluar jangkauan ‘Call divert’ dan mengetahui kemana nomor tersebut dialihkan.
11. *#67# Melihat nomor pengalihan karena sibuk ‘Call divert’ dan mengetahui kemana nomor tersebut dialihkan.
12. *#2820# Menampilkan alamat IP Bluetooth.
13. *#30# Menampilkan nomor pribadi.
14. *#43# Melihat status ‘Call waiting’.
15. *#62209526# atau *#MACOWLAN Menampilkan alamat MAC WLAN.
16. *#67705646# Mengganti operator logo (tipe 3310, 3330).
17. *#73# Mereset timer ponsel dan skor game.
18. *#746025625# Menampilkan status SIM Clock. Jika ponsel anda mendukung fungsi power saving akan muncul tulisan “SIM Clock Stop Allowed”, itu berarti anda bisa mendapatkan waktu terbaik untuk standby.
19. *#7370# atau *#RESO# Mereset ke setingan awal (pabrikan), data-data akan terhapus
20. *#7760# Menampilkan kode pabrik/produk.
21. *#7780# atau *#rst0* Mereset ke setingan awal (pabrikan), data-data tidak akan terhapus.
22. *#92702689# atau *#war0anty# Menampilkan nomor serial, tanggal pembuatan, tanggal pembelian, tanggal terakhir servis (000 jika belum pernah diperbaiki) dan transfer user data. Pada beberapa ponsel setelah menggunakan kode ini anda harus merestart ponsel.
23. *#2640# Menampilkan kode pengamanan ponsel.
24. *#3370# Mengaktifkan EFR (Full Rate Codec), kualitas suara terbaik namun pemakaian baterai menjadi boros.
25. #3370# Untuk menonaktifkan EFR.
26.*#4720# Mengaktifkan Half Rate Codec, kualitas suara terendah namun pemakaian baterai menjadi lebih hemat.
27. #4720# Untuk menonaktifkan Half Rate Codec.
28. 10# Cara cepat untuk membuka nomor kontak yang tersimpan di kartu SIM berdasarkan nomor urut. Contoh angka 10 adalah nomor urut kontak.
29. #pw+1234567890+1# Mengunci status provider, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.
30. #pw+1234567890+1# Mengunci status provider, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.
31. #pw+1234567890+2# Mengunci status network, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.
32. #pw+1234567890+3# Mengunci status country, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.
33. #pw+1234567890+4# Mengunci status kartu SIM, gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+”.
Sony Ericsson
1.*#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#0000# atau 0000 Mereset kembali ke bahasa inggris.
3. >*<<*<* Melihat service menu dan versi software. Tekan tombol Yes berulang kali untuk melihat semua data software dan tekan > untuk melihat semua teks yang terdapat pada ponsel.
4. <**<>mengunci SIM Card
agar tidak bisa mengganti SIM Card. Untuk membukanya dengan unlock code.
5. *<<* Mengunci layanan provider.
6. **04*0000*0000*0000# Mengakses ponsel tanpa SIM Card.
7. 0# Melihat nomor terakhir yang ditelepon.
Motorola
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#303# OK Mengubah ke bahasa inggris.
3. *#300# OK Menampilkan versi software (SW and HW Version).
4. *#301# OK Test keypad.
5. 1234 OK Kode default ponsel.
6. *#311# OK Merubah kode ponsel default.
7. ***113*1* OK Net Monitor ON.
8. **113*1* OK Net Monitor OFF.
9. *#304# OK Set Off engineering mode.
10. *#304*1998072# OK Set On engineering mode.
11. *#307* OK Engineering test mode.
12. *#400# OK ADC call val.
13. 19980722 OK Master unlock code for phone and sim lock.
14. *#0000# OK Setting and restore.
15. *#402# OK Contrast
16. *#305# OK Location 1
Samsung
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#9999# atau *#9998*9999# Menampilkan versi software.
3. *#9999# atau *#9998*8888# Menampilkan versi hardware.
4. *#9998*76# Menampilkan nomor produksi.
5. *#9998*288# atau *#0288# Mengecek status baterai.
6. *#0246# atau *#0377# Menampilkan kapasitas ruang penyimpanan / memori.
7. *#9998*782# atau *#0782# Menampilkan tanggal dan waktu alarm.
8. *#8999*638# Menampilkan informasi jaringan telepon.
9. *#9998*523# atau *#0523# Mengatur kontras layar.
10. *#8999*5646# Mengubah logo operator.
11. *#0289# Tes ringtone.
12. *#9998*842# atau *#0842# Tes vibrate.
13. *#9998*289# atau *#0289# Mengubah suara alarm.
14. *#9998*746# atau *#0746# Melihat informasi kartu SIM
15. *2767*2878# Mengunci ponsel.
16. *2767*3855# Mereset memori, jangan lupa mencabut kartu SIM.
17. *#0324# Net Monitor
18. *#0001# Display RS232 serial communication parameter setup.
19. *9266# Display received channel number and received intensity.
20. *#9998*377# atau *#0377# Software error LOG (wrong display of EEPROM).
21. *#9998*778# atau *#0778# SIM Service Table.
22. *#0837# Instruction Software.
23. *#0001# Show Serial Parameter.
24. *#9998*968# View Melody Alarm.
25. *#9998*585# Non Volatile Memory.
26. *#3243948# Digital Audio Interference off.
27. *#32436837# Digital Audio Interference.
28. *#9998*4357# Help Menu.
29. *#9998*5282# Java Menu.
30. *2767*5282# Java Reset.
31. *2767*927# WAP Reset.
32. *2767*63342# Reset Media.
33. *#9999#0# Monitor Mode.
Siemens
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#0000# Mengembalikan ke bahasa default.
3. **05*PUK*newPIN*newPIN# Deblock PIN using PUK.
4. **052*PUK2*newPIN2*newPIN2# Deblock PIN2 using PUK2.
5. **04*old_PIN*new_PIN*new_PIN# Mengubah PIN.
6. **042*old_PIN2*new_PIN2*new_PIN2# Mengubah PIN2.
7. *31# Menyembunyikan nama/nomor telepon pada ponsel penerima (CLIR).
8. #31# Menonaktifkan CLIR.
9. *#31# Mengecek status CLIR.
10. *30# Menampilkan nama/nomor telepon pada ponsel penerima (CLIP).
11. #30# Menonaktifkan CLIP.
12. *#30# Mengecek status CLIP.
13. *43# Mengaktifkan Call Waiting/Call Hold.
14. #43## Menonaktifkan Call Waiting.
15. *#43# Mengecek status Call Wating.
16. *#0001# lalu tekan tombol hijau (Call) Mengubah bahasa menggunakan kode. Angka 0001 adalah kode untuk bahasa inggris. Kode: 0030 (Yunani), 0031 (Belanda), 0032 (Perancis), 0034 (Spanyol), 0039 (Itali), 0049 (Jerman), 0090 (Turki).
17. *#0606# Shows if the phone is locked to any network (Use without SIM card).
BenQ-Siemens
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#0000# Mengembalikan ke bahasa default.
3. *#0001# lalu tekan tombol hijau (Call) Mengubah bahasa menggunakan kode. Angka 0001 adalah kode untuk bahasa inggris. Kode: 0030 (Yunani), 0031 (Belanda), 0032 (Perancis), 0034 (Spanyol), 0039 (Itali), 0049 (Jerman), 0090 (Turki)
4. *#9999# Mereset ke setingan awal (pabrikan).
5. *#300# Mengecek software.
6. *#301# Mengecek hardware.
LG
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#07# Menampikan nomor IMEI dan versi software (LG 510).
3. *8375# Menampilkan versi software (LG B1200).
4. #PWR668 Test pabrikan (LG B1200).
5. 1945#5101# Simlock menu (LG B1200).
6. 2945#*5101# Simlock menu (LG 510W, 5200)
7. 2945#*70001# Simlock menu (LG 7020,7010)
Philips
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. *#3353*# Mereset ponsel.
3. *#7337*# Mereset ponsel (Master reset), kartu SIM dicabut dulu..
4. *#337*# Mengaktifkan/menonaktifkan EFR.
5. *#7693# Mengaktifkan/menonaktifkan Sleep Mode. Aktifkan saja untuk menghemat konsumsi baterai ketika ponsel sedang tidak dipakai.
6. *#8463*# Menampilkan beberapa informasi Sleep Mode: Wake, Sleep Req., Sleep.
7. *#2286*# Mengaktifkan data baterai.
8. *#7948*# Mematikan ponsel.
9. *#7728*# Menampilkan RSAV.
10. *#7524*# Menampilkan KCGPRS.
11. *#7562*# Menampilkan SIM Phase.
12. *#7629*# Menampilkan POOL MAX.
13. *#7632*# Menampilkan Code Bugging dari sleep mode.
14. *#7733*# Menampilkan Cluster aktif.
15. *#7343*# Menampilkan kode Cluster.
16. *#7352*# Menampilkan registrasi software.
17. *#7763*# Menampilkan informasi produk.
18. *#7766*# Menampilkan versi produk.
19. *#7326*# Menampilkan pilihan aksesoris untuk vibrator.
20. *#7276*# Mengaktifkan GPRS Attach.
21. *#7287*# Mengaktifkan GPRS Attached.
22. *#7288*# Mengaktifkan GPRS Try Attached.
23. *#7271*# Mengaktifkan GPRS Kelas 1
24. *#7274*# Mengaktifkan GPRS Kelas 4.
25. *#7252*# Mengaktifkan GPRS Kelas B.
26. *#7224*# Mengaktifkan GPRS Kelas C.
27. *#7222*# Mengaktifkan CSD GSM Kelas C.
28. *#7762*# Melakukan seting SMS bearer GPRS.
29. *#8377*# Menampilkan versi software.
30. *#3377*# Menampilkan kondisi EEPROMP.
31. *#2254# Status Register.
32. *#2255# Active/Deactive “Debug Call”, when activated, make a call to a busy line an the phone will display some hex-codes on the display.
33. *#2558# The time in days, hours, and minutes you are connected to the net..
34. *#7489*# atau *#1234*# Security Code.
35. *#7378*# Name, Length, SIM Phase.
36. *#3333*# Blocking list.

Panasonic

1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. **7370# Memformat ulang.
Alcatel
1. *#06# Menampilkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity).
2. ###847# Reset full.
3. ###765*02# Memblokir panggilan masuk atau keluar (Add barring groups).
4. ###765*78# Menonaktifkan Barring groups.
5. ###765*05# Menonaktifkan/mengunci status network.
6. ###765*07# Mengaktifkan status network.
7. 000000* Net Monitor.

Ekstensions Joomla 1.5

Joomla 1.5 menawarkan beberapa peningkatan fitur berupa kemudahan dalam penggunaan dan pengaturan CMS-nya, diantaranya instalasi ekstension hanya menggunakan satu menu saja, serta dukungan kompatibilitas dengan ekstension versi sebelumnya (menggunakan legacy mode). Tipe ekstensions (Joomla! Extensions Directory) Joomla 1.5 yang saya maksudkan adalah: Components, Modules, Templates, Plugins, dan Languages. Dalam versi sebelumnya, Plugins dikenal sebagai Mambots. Khusus untuk Languages, meski dirilis dengan berbagai pilihan bahasa instalasi, tetapi belum ada dukungan untuk Bahasa Indonesia dalam proses instalasinya. Semoga dalam versi selanjutnya beberapa saat lagi dukungan tersebut ada.

Sambil mempelajari dan menggunakan CMS Joomla 1.5 yang dapat digunakan untuk membangun web (portal, komunitas, website sekolah, blog, ecommerce - kebetulan saya juga sedang membangun web baru yang belum saya publikasikan), saya ingin mensharingkan beberapa ekstension Joomla 1.5 bagi rekan-rekan pemula pengguna CMS open source Joomla 1.5 yang masih sama-sama belajar seperti saya. Ekstension yang saya tuliskan ini merupakan versi dengan lisensi open source menggunakan GNU/GPL dan Creative Commons, dan bukan yang versi commercial. Sebenarnya ekstensions pilihan saya tersebut hampir sama dengan tulisan saya tentang ekstensions joomla 1.0, hanya terdapat beberapa tambahan. Alasannya adalah karena tidak semua ekstension yang pernah saya tuliskan mendukung Joomla 1.5. Saya mengurutkan ekstension dibawah ini secara alfabet. Dan silahkan rekan-rekan menambahkan daftar ekstension tersebut sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing:

  1. Blaschat. Digunakan untuk menambahkan fitur chat pada web portal yang kita bangun. Kelebihannya adalah kita menggunakan resource dari server blaschat, sehingga tidak mengurangi resource server web kita. Selain itu sudah ada dukungan untuk chat dalam bahasa Indonesia.
  2. CB Superthumb. Digunakan bersama community builder, berfungsi untuk menampilkan (thumbnail) daftar anggota komunitas dalam berbagai cara.
  3. Community Builder. Sebagian besar situs portal komunitas dan situs-situs support Joomla menggunakan komponen ini. Jika diterjemahkan, maka menjadi Pembangun Komunitas. Sayangnya masih terdapat sedikit error untuk versi 1.1.
  4. DOCman. Menambahkan fitur download file di situs, dilengkapi dengan pilihan akses download, hit counter download, pencarian dokumen, urutan file, dan keterangan detail tentang file yang akan di-download.
  5. eXtplorer. Khusus untuk yang satu ini, menurut saya wajib digunakan pada situs, karena banyak hal bisa dilakukan dengannya, terutama untuk mengelola file situs kita secara online. Terdapat fitur FTP. Anda dapat menggunakannya untuk mengedit hampir semua file yang kita inginkan, dan tentu saja jika kita memiliki hak akses ke file tersebut…
  6. Fireboard Forum. Menambahkan fitur forum pada situs berbasis Joomla CMS kita. Memiliki fitur yang sangat lengkap, didukung dengan modul dan plugin. Dapat dihubungkan dengan komponen Community Builder.
  7. JCE. Editor WYSIWYG yang sangat powerfull dan memiliki lebih banyak fitur dibandingkan dengan TinyMCE bawaan Joomla.
  8. Joomlacomment. Komponen untuk menampilkan fitur komentar di artikel yang kita tulis pada situs kita, dapat diganti theme, mendukung captcha, mendukung comment feed (RSS), menggunakan avatar (khusus community builder).
  9. Joomla Tools Suite. Berfungsi sebagai alat bantu untuk mengetahui status kesehatan situs Joomla kita, keamanan, dan troubleshooting.
  10. JoomSEO. JoomSEO berkaitan SEO (Search Engine Optimization) dengan merubah judul, meta keywords, dan deskripsi situs kita secara dinamis. Bekerja baik dengan sh404SEF. Jika rekan-rekan mencari-cari ekstension untuk menampilkan judul situs pada Joomla 1.5, maka gunakan ekstension ini. Format judul yang ditampilkan merupakan kombinasi dari: Heading-Paragraph, SiteName, dan Keywords.
  11. MiniFrontPage Module. Untuk menampilkan artikel pada halaman awal situs menggunakan tampilan yang berbeda.
  12. Phoca Guestbook. Komponen untuk membuat buku tamu (guestbook). Memiliki fitur anti spam, bisa di kustomisasi. Dan yang sangat menarik bagi saya adalah kemudahan dalam upgrade untuk versi terbaru. Kita hanya memilih Upgrade pada saat proses instalasi untuk versi yang lebih baru.
  13. RSGallery2. Bagi rekan-rekan yang mau membuat gallery untuk situs berbasis Joomla 1.5, komponen ini menawarkan banyak fitur untuk membuat gallery yang menarik namun memiliki kecepatan akses yang baik.
  14. S4J Total Member. Menampilkan jumlah pengguna terdaftar dalam web portal.
  15. sh404SEF. Komponen untuk SEF (Search Engine Friendly), merubah URL situs menjadi lebih user friendly.
  16. Social Bookmarker Mambot. Fitur social web, menambahkan web ke bookmarking website.
  17. uddeIM. Menampilkan pesan singkat antar anggota yang terdaftar sebagai pengguna web.
  18. Vinaora Visitors Counter. Untuk menampilkan statistik kunjungan ke situs kita.
  19. Xmap. Komponen ini digunakan untuk menampilkan peta situs (sitemap). Dapat menghasilkan URL untuk file sitemap web kita yang dapat ditambahkan di Google Webmaster Tool.

Jika ingin melihat demo untuk ekstension ini, silahkan mengunjungi portal komunitas Sarolangun yang baru saya ujicobakan menggunakan Joomla 1.5 dan ekstensions dalam daftar tersebut di atas.

Sumber

print this page Print this page

Minggu, 15 Juni 2008

How to upgrade from Joomla 1.0.x to Joomla 1.5?

Below we are going to show you how you can upgrade your Joomla 1.0.x to the stable Joomla 1.5 version.

Important We would like to note that it is highly recommended to backup your existing Joomla web site before you proceed with the migration process.

Joomla 1.0.x to 1.5 migration requires a little bit more tweaking than the normal Joomla upgrades.

Step 1: Install the Migrator component

The first step we should follow is to install the Migrator component to our existing Joomla web site. You can download the Migrator component here.


For our tutorial we are going to use the migrator_rc6.tgz archive. Left-click on the migrator_rc6.tgz link and save the archive on your PC. The archive itself consits of a Joomla component, which is actually taking care of the migration process. Fortunately installing Joomla components is not a big deal. Go to your Joomla administrative control panel (http://www.your-domain.com/administrator) and log in:

Once you are in from the top Joomla navigation menu mouse over the Installers tool and select Components from the drop down menu:

Joomla 1.5 upgrade - Installers - Components

Click on [Upload Package File] and locate the migrator_rc6.tgz from your hard disk. Confirm the installation by clicking on the [Upload file & install] button:

Joomla 1.5 upgrade - Upload file & install

Press [Continue..] at the Upload Component - Success screen. Once the component is installed mouse over the Components tool available at the top Joomla menu and select Migrator:

Joomla 1.5 upgrade - Components - Migrator

The component menu allows you to migrate your current Joomla 1.0.x data to the Joomla 1.5 database format.

Our tutorial covers only the steps to migrate a base Joomla web site without any third party extensions and components installed. However, if you use any such, make sure to imput their migration scripts by using the 3rd Party Information and Add 3rd Party Migrators options offered by the Migrator component:

Joomla 1.5 upgrade - Migration of 3rd Party tools

Any additional components / modules/ mambots should have migration scripts provided by their respective developers on the offical project sites.

Step 2: Create Migration SQL File

To proceed with the database migration select the last link available near to the bottom of the Migrator component page - Create Migration SQL File.

If the things go smoothly and there are no errors reported during the SQL data export process, you will see the following screen:

Joomla 1.5 upgrade - SQL Migration success

The next step is to download the extracted SQL from your 1.0.x Joomla:

Joomla 1.5 upgrade - download the extracted SQL

You can now download your SQL dump by clicking on the Download link available on the right section of the page and upload it into your Joomla! 1.5 installation. Later, when importing this SQL file into your 1.5 installation, make sure to select Load Migration Script and use the prefix 'jos_' (by default).

Step 3: Perform a clean Joomla 1.5 installation

Next we will perform a clean Joomla 1.5 installation. First obtain the latest installation package from:

http://joomlacode.org/gf/project/joomla/frs/?action=FrsReleaseBrowse&frs_package_id=2892

Select Joomla-1.5.0.zip from the file list and download it to your Desktop. Next log in cPanel and go to File manager. Once you open it, you would need to create a new directory called dev (since we are using it for development) inside your public_html directory:

Joomla 1.5 upgrade - Create a new folder

Change your current working directory to the public_html/dev/ one. Click on the [Upload] icon available at the top File manager navigation menu, select the Joomla-1.5.0.zip archive from your Desktop and it will be automatically uploaded:

Joomla 1.5 upgrade - Upload Dev folder

Go back to the File manager, select the Joomla-1.5.0.zip installation archive by clicking on its name and hit the [Extract] button available near to the top right corner of the File manager:

Joomla 1.5 upgrade - Extract Joomla 1.5

It will ask you for the directory where the archive should be extracted. Just leave it to the default value and confirm.

Another window will open which will show you the log from the extract porcess and if there are no errors reported you are ready to proceed with the next step.

Open the dev folder by visiting http://www.your-website.com/dev. You will see the Joomla start installation screen. Select your language, you should already have a database and user to fill them in.

Proceed with the installation further untill you reach Step 6: Configuration:

Joomla 1.5 upgrade - Step 6: Configuration

Fill the name of your web site, your admin e-mail and password details.

Important The key part here is to choose the Load Migration Script option:

Joomla 1.5 upgrade - Load Migration Script

Fill the old table prefix _jos (unless your previous Joomla has used a different prefix) and leave the encoding unchanged unless needed and you are familiar with this option.

By clicking on the [Browse] button you have to select the previous Joomla 1.0.x migration dump from your Desktop.

Important Make sure to select the This script is a Joomla! 1.0 migration script. check box as well.

Next confirm the progress by clicking on the [Upload and execute] button.

Once the data is imported you should see the following screen:

Joomla 1.5 upgrade - Upload and execute

Click on the [Next] button near to the upper right corner.

Important You need to completely remove the installation directory by using the File manager available in cPanel.

Joomla 1.5 upgrade - Remove the installation directory

Now when you open the front end of your newly installed Joomla 1.5 you will see all the articles and data from the previous Joomla imported.



print this page Print this page

Sabtu, 14 Juni 2008

PENGELOMPOKAN EMAIL Otomatis

Pengelompokan email berdasarkan subjek ke dalam sebuah folder sangat berguna bagi Anda yang berlangganan banyak mailing list (milis). Jadi jika Anda ingin membaca email yang datang dari mailing list (milis) tertentu, anda tinggal membuka foldernya saja.

Untuk membuat secara otomatis email yang masuk akan masuk pada folder yang di inginkan adalah:

UNTUK YAHOO MAIL versi BARU (interface baru)

1. Login ke Yahoo Mail

2. Pada side bar sebalah kiri Anda, klik Add disebelah tulisan My Folders

3. Maka sekarang dibawah tulisan My Folders tadi akan muncul folder baru, beri nama folder tersebut misalnya dengan nama IndoAnswer.

4. Sekarang klik tulisan Options yang terapat sudut kanan Anda, lalu pilih dan klik Mail Options.

6. Sekarang pilih dan klik menu Filters pada sidebar kiri Anda.

7. Sekarang klik tulisan Create or Edit Filters, maka tak lama setelah itu akan muncul halaman baru.

8. Klik tombol Add

Filters Yahoo Mail

9. Beri nama filter pada text box Filter Name, seperti IndoAnswer.

10. Lalu pada form If all of the following rules are true…

11. Isi pada barisan Subject pilih Contains lalu disebelahnya di isi potongan suject email dari mailing list (milis) yang ingin Anda kelompokkan. Contohnya biasanya jika Anda berlanggan mailing list (milis) dari IndoAnswer maka subject email yang masuk seperti ini = [IndoAnswer] judul subject, maka tulis [IndoAnswer] pada form disebelah tulisan Contains pada barisan Subject.

12. Lalu pada tulisan Move the message to: pilih nama foldernya, untuk kasus ini kita pilih nama folder yang kita buat tadi yaitu IndoAnswer.

Filters 2 Yahoo Mail

13. Lalu klik tombol Add Filter.

14. Maka selanjutnya Anda akan melihat tulisan seperti ini:

IndoAnswerIf… Subject contains “[IndoAnswer] Then… Move message to IndoAnswer folder

15. Sekarang Anda bisa kembali ke mail box karena prosesnya sudah selesai.

UNTUK YAHOO MAIL versi CLASSIC (interface lama)

1. Login ke Yahoo Mail

2. Pada side bar kiri Anda klik tulisan Add disebalh tulisan Folders, lalu akan muncul pop up Explorer User Prompt. Isi nama folder yang Anda ingini pada tulisan Please enter a name for your folder, sebagai contoh disini kita beri nama folder dengan IndoAnswer lalu klik ok

3. Lalu klik tulisan Options yang terdapat pada sudut kanan Anda.

4. Lalu klik tulisan Filters yang terdapat pada kolom Management.

5. Klik tombol Add

6. Beri nama filter pada text box Filter Name, seperti IndoAnswer.

7. Lalu pada form If all of the following rules are true…

8. Isi pada barisan Subject pilih Contains lalu disebelahnya di isi potongan suject email dari mailing list (milis) yang ingin Anda kelompokkan. Contohnya biasanya jika Anda berlanggan mailing list (milis) dari IndoAnswer maka subject email yang masuk seperti ini = [IndoAnswer] judul subject, maka tulis [IndoAnswer] pada form disebelah tulisan Contains pada barisan Subject.

9. Lalu pada tulisan Move the message to: pilih nama foldernya, untuk kasus ini kita pilih nama folder yang kita buat tadi yaitu IndoAnswer.

10. Lalu klik tombol Add Filter.

11. Maka selanjutnya Anda akan melihat tulisan seperti ini:

IndoAnswerIf… Subject contains “[IndoAnswer] Then… Move message to IndoAnswer folder

12. Sekarang Anda bisa kembali ke mail box karena prosesnya sudah selesai.

Semoga Berhasil..... .::( *_* )::.



print this page Print this page

Tips Mempercepat Browsing dengan Mozilla Firefox

Firefox.. salah satu browser open source yang paling yahud saat ini menurut saya. bahkan melebihi Internet Explorer bagi saya. Nah.. saya akan memberikan sedikit trik mengenai cara mempercepat Firefox anda dalam browsing di internet dengan seidikit tweak..

1. Untuk mempercepat browsing :
  1. Ctrl+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .com. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “www.yahoo.com” jadi ketiklah “yahoo” kemudian klik ctrl+enter
  2. Shift+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .net. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “www.telkom.net” jadi ketiklah “telkom” kemudian klik shif+enter
  3. Ctrl+Shift+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .org. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “www.dikti.org” jadi ketiklah “dikti” kemudian klik Ctrl+Shift+Enter

2. Tweeking Firefox :

  1. Ketik “about:config” di firefox anda kemudian enter
  2. Maka akan keluar sebuah settingan untuk tweaking firefox
  3. Untuk merubahnya, klik 2 kali dan masukkan data perubahannya
  4. Jika data dibawah tidak terdapat dalam settingan default firefox, klik kanan pilih New. Untuk data berupa angka, pilih Integer, untuk true/false pilih Boolean.

- Untuk pengguna DSL :

  1. Set “network.http.pipelining : true”
  2. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  3. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 64″
  4. Set “ngelayout.initialpaint.delay : 0″, apabila belum ada silahkan klik kanan, new>integer>nglayaut.initialpaint.delay
  5. Set”trim_on_minimize : true”, apabila belum ada silahkan klik kanan, new>boolean>trim_on_minimize (lebih efektif pada Windows)

- Untuk pengguna ADSL :

  1. Set “network.http.max-connections : 64″
  2. Set “network.http.max-connections-per-server : 21″
  3. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 8″
  4. Set “network.http.pipelining : true”
  5. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 100″
  6. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  7. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″

- Untuk pengguna Dial Up

  1. Set “browser.cache.disk_cache_ssl : true”
  2. Set “browser.xul.error_pages.enabled : true”
  3. Set “network.http.max-connections : 32″
  4. Set “network.http.max-connections-per-server : 8″
  5. Set “network.http.max-persistent-connections-per-proxy : 8″
  6. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 4″
  7. Set “network.http.pipelining : true”
  8. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 8″
  9. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  10. Set “plugin.expose_full_path : true”
  11. Set “signed.applets.codebase_principal_support : true”
  12. Set “content.interrupt.parsing : true”
  13. Set “content.max.tokenizing.time : 3000000″
  14. Set “content.maxtextrun : 8191″
  15. Set “content.notify.backoffcount : 5″
  16. Set “content.notify.interval : 750000″
  17. Set “content.notify.ontimer : true”
  18. Set “content.switch.threshold : 750000
Sumber


print this page Print this page